• Waktu Ideal Berolahraga

    Meluangkan waktu olahraga di tengah padatnya aktivitas kerja terkadang menjadi persoalan sulit. Padahal, hanya perlu beberapa menit demi mempertahankan kesehatan tubuh dalam jangka panjang. Kebutuhan olahraga seseorang per hari tak sama....

  • Cara Menghilangkan Stress Tanpa Obat

    Bila emosi sudah tidak bisa dibendung, alihkan perhatian Anda untuk sejenak fokus pada sesuatu yang baru. Misalnya melihat ke jendela, menyeruput teh hangat, atau memperhatikan pohon yang tertiup angin. Biarkan imajinasi Anda bebas untuk sesaat...

  • Olahraga

    Latihan sering dan rutin sehari-hari membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mencegah “penyakit kemakmuran” seperti: penyakit jantung, penyakit jantung, diabetes, dan obesitas. Hal ini juga meningkatkan kesehatan mental, dan mencegah depresi....

  • Diet

    Menjadi terlalu gemuk atau kurus tidak baik untuk Anda. Dokter anda dapat memberitahu Anda jika Anda berada di bawah atau di atas berat badan. Olahraga dan makanan yang Anda makan dapat mengubah berat badan, jadi ingatlah bahwa dalam pikiran....

Flu Singapura


Ketidaktahuan masyarakat awam tentang penyakit ini sering kali membuat orang tua panik. Flu Singapura biasanya melanda balita. Namun, pada sedikit kasus ada anak-anak 6 hingga 10 tahun terkena virus ini. Juga orang dewasa. “Pada umumnya, penyakit ini menyerang anak berusia 2 minggu hingga 5 tahun saja.  Anak-anak di atas 5 tahun dan dewasa terkena virus ini, jika daya tahan tubuh mereka tengah turun drastis,” urai Rastra.

Seorang anak terkena flu Singapura ditandai dengan demam tinggi 38 hingga 40 derajat Celsius serta bintik-bintik merah di sekitar kaki, tangan, dan mulut anak. Bintik merah ini ada dua jenis, seperti kaligata dan cacar air. Menurut Rastra, sejatinya tidak ada obat khusus yang bisa membasmi virus ini. Penyakit ini akan sembuh sendiri, tanpa diobati sekalipun. “Kita hanya bisa pasrah, memberi obat pun hanya untuk sekadar meringankan rasa sakit anak, seperti sulit menelan dan mempercepat proses pengeringan pada bentol-bentol merah seperti cacar. Obat yang paling ampuh, istirahat total,” ucapnya.

Namun, jika kondisi kesehatan anak terus turun dan anak tidak mau makan, wajib dibawa ke dokter. “Pada beberapa kasus yang saya temui, anak yang terkena virus flu Singapura tidak mau makan dan kondisi kesehatannya terus menurun. Penyebabnya, di sekitar tenggorokan dan lidah ada luka seperti cacar air. Hal inilah yang menyebabkan anak tidak mau makan dan butuh perawatan khusus atau rawat inap. Namun kebanyakan anak yang kena flu Singapura masih bisa bermain, layaknya anak yang sehat,” urai Rastra panjang lebar. Rastra menyarankan, anak yang terkena virus ini mengonsumsi makanan cair atau lembut seperti bubur ayam dan mi.

Proses penyembuhan flu Singapura biasanya memakan waktu hingga 7 hari, bahkan lebih. Dengan pertimbangan itu, Rastra menyarankan kepada orang tua agar anak istirahat total selama 7 hari. Tidak ada makanan yang harus dipantang dan anak harus tetap mandi. “Ada mitos yang tidak benar dan cenderung menyesatkan, seperti anak yang terkena flu Singapura tidak boleh mandi. Saran saya tetap mandi, karena akan mempercepat proses penyembuhan,” ujar Rastra. Anak juga bebas mengonsumsi makanan apa saja.

Selama 7 hari itu juga anak yang terkena virus ini dilarang bermain dengan teman sebayanya. Jika tidak, virus ini akan mudah pindah ke anak-anak lainnya. Penyebaran virus flu Singapura sangat mudah dan cepat, terutama saat musim panas atau kemarau. Penularannya biasanya dari kontak langsung -- dari orang ke orang, udara, air liur, tinja, cairan dari vesikel dan ekskreta.

“Penularannya juga bisa terjadi dengan cara kontak tidak langsung melalui barang-barang yang sudah terkontaminasi. Makanya, setiap ada pasien flu Singapura, perawat langsung membersihkan atau mengganti barang-barang yang diduga terkontaminasi sekresi itu. Dengan cara ini, saya telah mencegah penyebaran virus ini,” urai Rastra.

Jika seorang anak terkena virus ini, masa inkubasinya sekitar 2 hingga 5 hari. “Jika di rumah ada anak yang terkena virus ini dan di rumah itu juga ada balita, sebaiknya untuk sementara anak yang terkena flu Singapura diisolasi selama 7 hari. Jika tidak, pasti akan menulari yang lain. Bagi anak yang pernah kena virus ini, bisa terpapar lagi. Semakin awal mengetahui penyakit ini, semakin bagus,” ucap Rastra menutup pembicaraan.
Foto dan Naskah:  EJ

Mitos dan Fakta Seputar Flu Singapura


1.Anak yang terkena flu Singapura dilarang mandi. Faktanyanya, agar mempercepat proses penyembuhan, tubuh anak harus bersih dengan cara mandi.


2.Anak yang terkena flu Singapura harus memakai bedak, agar bentol-bentol di tubuhnya cepat hilang. Faktanya, bedak bisa mengendap pada luka-luka, seperti cacar air yang bisa memperlambat proses penyembuhan.


3.Terkena angin bisa memperparah anak yang terkena flu Singapura. Faktanya, embusan angin tidak akan memperparah kondisi kesehatan anak, tapi bisa menularkan flu ini kepada orang lain.

(ej/adm)

Flu babi influenza A (H1N1)


Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengumumkan, dua orang terindikasi positif mengidap flu babi (Swine influenza) di Indonesia, Rabu (24/6). Saat ini Depkes harus merawat dua orang yang positif flu babi. Pertama, seorang pilot warga negara Indonesia berumur 37 tahun. Setelah berkunjung ke Australia, pada 19 Juni masuk RSPI Sulianti Saroso. Kedua, warga negara Inggris yang bertandang ke Bali pada 19 Juni.

Penyebab Flu babi adalah influenza yang disebabkan oleh berbagai tipe virus influenza yang endemis pada babi. Strain endemik pada babi tersebut disebut swine influenza virus (SIV). Dari tiga genus Orthomyxoviridae yang endemik pada manusia, dua diantaranya juga endemik pada babi, Influenzavirus A (umum terjadi) atau influenzavirus C (jarang terjadi). Influenzavirus B tidak pernah dilaporkan pada babi. Pada influenzavirus A dan influenzavirus C, strain endemik pada babi dan manusia sangat berbeda. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai I nfluenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A

Manifestasi klinis Pada manusia, tanda dan gejala flu babi secara umum sama dengan influenza dan penyakit mirip flu. Pada banyak kasus, strain yang menyebabkan wabah flu babi 2009 hanya menyebabkan gejala ringan. Manifestasi flu babi sama dengan influenza musiman. Pasien datang dengan gejala penyakit respirasi akut, termasuk minimal 2 dari gejala berikut :

· Demam, dapat hingga menggigil

· Batuk

· Nyeri tenggorokan

· Sakit kepala

· Rasa lemas dan letih

· Diare dan muntah (mungkin dapat terjadi)


Berdasarkan Center for Disease Control and Prevention (CDC), gejala flu babi pada manusia sama dengan influenza pada umumnya. Gejala meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, body aches, sakit kepala, menggigil dan lemas/letih. Beberapa pasien juga dilaporkan memiliki gejala diare dan muntah. Karena gejala-gejala ini tidak spesifik untuk flu babi, diagnosis banding dari kemungkinan flu babi tidak hanya dari gejala namun juga kecenderungan tinggi flu babi tersebut berdasarkan riwayat pasien saat ini. Misalnya, wabah flu babi di Amerika Serikat pada 2009, CDC menyarankan pada para dokter untuk menganggap infeksi flu babi sebagai diagnosis banding pasien dengan gejala pada respirasi akut yang pernah kontak dengan seseorang yang menderita flu babi. Diagnosis pasti flu babi memerlukan uji laboratorium melalui sampel dari respirasi (usap hidung dan tenggorokan sederhana).

Angka kejadian dan Penyebaran Penyakit
Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina.

Virus babi influenza A pada manusia (H1N1) telah dilaporkan di seluruh dunia. Pada tahun 2009, kasus penyakit mirip influenza pertama kali dilaporkan di Meksiko pada 18 Maret; wabah ini dikonfirmasi sebagai virus babi influenza A. Penelitian dilanjutkan untuk mengklarifikasi penyebaran dan tingkat keparahan dari flu babi di Meksiko. Kasus klinis yang dicurigai dilaporkan di 19 dari 32 negara bagian. Walaupun hanya 18 orang Meksiko yang telah dikonfirmasi secara laboratorium sebagai influenzavirus A / H1N1 (12 diantaranya secara genetic identik dengan influenzavirus A / H1N1 dari California), sekitar 1.600 kasus dan 103 kematian terkena flu babi di Meksiko. Kasus flu babi selanjutnya terjadi di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris (Skotlandia), dengan kecurigaan kasus di Prancis, Israel, dan Brazil.

Penularan dari flu babi dapat terjadi melalui dua jalur. Jalur pertama melalui kontak dengan babi terinfeksi atau lingkungan terkontaminasi dengan virus flu babi. Jalur kedua melalui kontak dengan seseorang yang terinfeksi dengan virus flu babi. Penularan manusia ke manusia dari flu babi juga telah dilaporkan dan diperkirakan terjadi pada jalur yang sama seperti halnya flu musiman. Influenza diperkirakan menular dari manusia ke manusia melalui batuk atau bersin oleh orang yang terinfeksi.

Seseorang yang bekerja dengan unggas dan babi, khususnya orang-orang dengan paparan yang intensif, memiliki resiko infeksi influenza dari hewan tersebut jika hewan tersebut membawa strain yang juga dapat menginfeksi manusia. SIV dapat bermutasi menjadi bentuk yang dapat menularkan dari manusia ke manusia. Strain yang bertanggung jawab pada wabah flu babi 2009 dipercaya telah terjadi mutasi.

WHO secara resmi menyatakan wabah ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009, namun menekankan bahwa pernyataan ini adalah karena penyebaran global virus ini, bukan karena tingkat bahayanya. WHO menyatakan pandemi ini berdampak tidak terlalu parah di negara-negara yang relatif maju, namun dianjurkan untuk mengantisipasi masalah yang lebih berat saat virus menyebar ke daerah dengan sumber daya terbatas, perawatan kesehatan yang buruk, dan bermasalah medis.  Laju kematian kasus (case fatality rate atau CFR) galur pandemik ini diperkirakan 0,4 % (selang 0,3%-1,5%). Sebenarnya angka tersebut lebih ringan dibandingkan flu buirungb yng mempunyai CFR 60-80%.

Penatalaksanaan

Uji laboratorium telah menemukan bahwa virus babi influenza A (H1N1) rentan terhadap obat antivirus oseltamivir dan zanamivir, dan CDC telah mengeluarkan petunjuk untuk penggunaan dari obat ini untuk mengobati dan menghambat infeksi virus flu babi. Antivirus lain (misal, amantadine, rimantadine) tidak direkomendasikan oleh karena saat ini resistensi pada influenza lainnya telah terjadi pada beberapa tahun lalu.

Terapi suportif dasar (misal, terapi cairan, analgesik, penekan batuk) perlu diberikan. Pengobatan antivirus secara empiris perlu diperhatikan untuk kasus flu babi, baik yang sudah pasti, masih dalam kemungkinan, ataupun kecurigaan terhadap kasus ini. Pengobatan pasien rawat inap dan pasien dengan resiko tinggi untuk komplikasi influenza perlu sebagai prioritas.

Penggunaan antivirus dalam 48 jam sejak onset gejala sangat penting dalam hubungannya dengan efektivitas melawan virus influenza. Pada penelitian mengenai flu musiman, bukti akan manfaat pengobatan lebih baik jika pengobatan dimulai sebelum 48 jam sejak onset penyakit. Walau begitu, beberapa penelitian mengenai pengobatan flu mengindikasikan banyak manfaat, termasuk mengurangi kematian atau durasi rawat inap, bahkan pada pasien yang mendapat pengobatan lebih dari 48 jam setelah onset penyakit. Lama pengobatan yang direkomendasikan adalah selama 5 hari.

Oseltamivir (Tamiflu) dan Zanamivir (Relenza) bekerja dengan menghambat neuraminidase, suatu glikoprotein pada permukaan virus influenza yang merusak reseptor sel terinfeksi untuk hemagglutinin virus. Dengan menghambat neuraminidase virus, pelepasan virus dari sel terinfeksi dan penyebaran virus akan berkurang. Oseltamivir dan Zanamivir merupakan terapi yang efektif untuk influenzavirus A atau B dan diminum dalam 48 jam sejak onset gejala.

Pencegahan

Pencegahan flu babi dikeluarkan Working Group ASEAN for One Health,  dan CDC seperti pencegahan Influenza pada umumnya meliputi peningkatan higiena, sanitasi dan perlikau hidup bersih diri sendiri. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk pencegahan flu babi.Vaksin yang biasa digunakan untuk influenza pada permulaan flu musiman tidak efektif untuk strain virus ini

Perilaku utama yang dapat mencegah penyebaran virus influaenza adalah melakukan Cuci tangan sesering mungkin.  Mencuci tangan dengan sabun dan air beberapa kali dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, Anda mungkin bisa menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol.

Dalam keramaian dan tempat umum sebaiknya hindari bersentuhan mata, hidung atau mulut. Virus influenza sering menyebar ketika seseorang bersentuhan dengan penderita yang terkontaminasi oleh kuman, kemudian bersentuhan dengan mata, hidung atau mulutnya. Hindari berdekatan dengan seseorang yang sedang sakit. Untuk sementara, hindari berjabat tangan, serta ciuman dengan orang di wilayah yang dilaporkan terserang wabah influenza.

Hal penting lainnya adalah sebaiknya tinggallah di rumah  dan hindari pusat-pusat keramaian, jika sedang sakit.  Kesadaran pribadi ini akan membantu mencegah orang lain dari kemungkinan tertular oleh penyakit . Jika sedang sakit, jagalah jarak dengan orang lain untuk melindungi mereka agar tidak ikut terserang sakit. Jika Anda sedang sakit, sebaiknya Anda berpikir ulang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat atau alat transportasi lainnya. Jika Anda terpaksa harus terbang ke negara yang terserang flu Babi, kemudian Anda merasa sakit setelah kembali, maka Anda secepatnya harus konsultasi ke dokter.

Sebaiknya gunakan penutup hidung dan mulut ketika berada di tempat keramaian.Gunakan sapu tangan atau tisu ketika Anda sedang batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak punya tisu, gunakan lengan baju bagian depan, jangan pakai telapak tangan. Buanglah tisu di tempat sampah. Pencegahan umum yang penting lainnya adalah menerapkan gaya hidup sehat.  Pikirkan ulang untuk melanjutkan merokok, istirahat atau tidur yang cukup, olahraga secara rutin sehingga tubuh bisa aktif, mengelola tingkat stress, meminum air banyak-banyak, memakan makanan bernutrisi.

Dalam keadaan seperti ini sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter jika sakit. Datangi ke pusat layanan kesehatan atau dokter jika ada tanda-tanda gejala Anda sedang sakit, seperti susah bernafas, pikiran sedang kacau, dan muntah-muntah.

CARA MEMBEDAKAN FLUN BABI DAN FLU BIASA
Gejala flu babi pada manusia adalah demam tinggi, mialgia (nyeri otot dan tulang), sakit tenggorokan, batuk dan sesak.

    Harus lebih diwaspadai bila terdapat salah gejala tersebut disertai dalam waktu 7-10 hari pernah kontak dengan penderita yang berasal dari daerah endemis seperti mexico atau dilingkungan rumah, tempat kerja atau sekolah terdapat penderita flu babi.

    Gejala awal ini biasanya juga didapatkan pada penyakit faringitis (infeksi tenggorokan), tonsilitis (amandel), flu atau infeksi saluran napas akut lainnya.

    Tetapi pada beberapa penyakit infeksi saluran napas akut jarang berlanjut menjadi sesak napas. Bila hingga hari ke 7 demam, tidak mengalami sesak napas maka kekawatiran flu babi flu babi yang berat  dapat disingkirkan. Bila dicurigai flu babi ringan atau tanpa komplikasi tidak perlu dirawat, karena 95% flu babi yang ringan tidak diperlukan perawatan

    Demam yang terjadi biasanya lebih dari 38oC dan berlangsung sekitar seminggu. Bila demam terjadi lebih dari seminggu biasanya bukan flu babi.

    Bagaimana cara untuk menilai seseorang sesak atau tidak ? Pada usia usia bayi di bawah 1 bulan dikatakan sesak bila jumlah gerakan pernapasan meningkat lebih dari 60 kali permenit, usia 1 bulan – 1 tahun lebih 50 kali permenit atau usia >1 tahun lebih 40 kali permenit. Gerakan pernapasan dilihat dari gerakan naik turun dada saat bernapas. Gejala sesak juga dapat dilihat dengan adanya gerakan napas cuping hidung atau kedua cuping hidung bergerak-gerak saat bernapas. Gejala lain yang tampak adalah adanya tarikan otot bantu napas di ujung tulang dada depan, otot di sela iga atau di otot di sekitar perbatasan dada dan perut. Pada sesak yang berat tampak sesorang akan gelisah, kesadaran menurun dan disertai kebiruan pada bibir, ujung tangan dan kaki.

    Bila terdapat sesak napas disertai gejala demam, sakit tenggorokan atau batuk kita harus lebih cermat. Kasus seperti ini dalam penatalaksanaan flu babi disebut kasus observasi. Artinya, harus lebih teliti untuk mendapatkan informasi tambahan seperti adanya kontak dengan unggas yang terinfeksi dan pemeriksaan laboratorium pendukung lainnya.

    Gejala demam, sakit tenggorokan, batuk dan sesak napas juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas disertai dengan asma. Penyakit asma biasanya pernah didapatkan adanya riwayat sesak sebelumnya. Pada kasus seperti ini, sesak akan membaik atau berkurang setelah diberikan obat bronkodilator (pelega napas) baik berupa obat minum atau obat hirupan. Pada orang tua kasus seperti ini juga didapatkan pada penyakit infeksi saluran napas akut disertai penyakit jantung dan penyakit kronik paru lainnya.

    Serangkaian gejala tersebut juga didapatkan pada penyakit pnemonia (radang paru) karena bakteri, atau virus lainnya. Gejala pnemoni ini mirip karena pada infeksi flu babi  juga dapat terjadi pnemonia. Selain dengan pemeriksaan fisik penderita juga dapat ditunjang dengan pemeriksaan rontgen dada.

    Gambaran khas pnemoni adalah adanya gambaran infiltrat atau perselubungan pada ke dua lapang paru. Kita harus mencurigai adanya infeksi flu burung bila disertai 1 atau lebih informasi lain. Diantaranya adalah hasil tes laboratorium positif untuk virus influenza A tanpa mengetahui subtypenya. Kontak 2 minggu sebelum timbul gejala dengan penderita yang dipastikan mengidap flu babi. Atau, kontak 2 minggu sebelum timbul gejala. Bila didapatkan hal tersebut maka disebut kasus probabale (tersangka) infeksi flu babi.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

    Pemeriksaan untuk penunjang diagnosis sangat diperlukan dalam penatalaksanaan penderita. Pemeriksaan laboratorium untuk memastikan adanya infeksi flu babi pada manusia adalah hasil biakan virus positif Influenza A (H1N1) atau hasil dengan pemeriksaan PCR positif untuk influenza H1 . Pemeriksaan lain adalah pemeriksaan serologis dengan peningkatan titer antibodi spesifik H1 sebesar > 4 x atau hasil dengan IFA positif untuk antigen H1. Bila dengan pemeriksaan salah satu tersebut dinyatakan posisitif maka dinyatakan sebagai kasus confirmed atau kasus pasti.

    Pemeriksaan serologi lain adalah pemeriksaan laboratorium antibodi spesifik pada 1 spesimen serum tertentu untuk virus influenza A (H1). Tetapi pemeriksaan ini masih belum terlalu sensitif. Bila hasilnya positif masih dianggap kategori kasus probable (diduga).

    Pemeriksaan laboratorium lainnya bukan untuk memastikan adanya infeksi flu babi. Tetapi hanya sebatas untuk membantu menilai prognosis, menentukan jenis tindakan serta untuk menyingkirkan diagnosa banding penyakit lainya. Pemeriksaan rutin tersebut adalah pemeriksaan darah lengkap ( hemoglobin, hitung lekosit, hitung jenis lekosit, trombosit, laju endap darah), albumin, globulin, SGOT/SGPT, ureum, kreatinin, kreatin kinase dan analisa gas darah. 

Pemeriksaan mikrobiologi yang diperlukan adalah pemeriksaan gram dan basil tahan asam atau kultur sputum dan usap tenggorokan.

    Pemeriksaan skrening cepat dengan hapusan cairan hidung dan swab tenggorok hanya bisa dilakukan untuk melihat virus tipe A

Masker Alami Untuk Mengencangkan Payudara


Payudara yang kencang alami adalah dambaan hampir semua wanita. Mendapatkannya tak harus dengan melalui operasi lho, ladies. Dengan perawatan alami yang bisa dilakukan sehari-hari di rumah Anda, payudara pun kencang dan cantik.

Kira-kira, perawatan seperti apa sih yang bisa dilakukan?
Dengan memetik nutrisi-nutrisi dari buah atau bahan di sekitar kita, Anda bisa mendapatkan payudara kencang alami. Inilah ramuan yang bisa Anda coba:

Ramuan 1: Yogurt dan putih telur
Resep ini sederhana kok. Bahannya mudah diperoleh. Efeknya adalah untuk mengencangkan serta melembutkan dengan cara yang alami dan aman.

Bahan: 1 sdm yogurt plain, 1 butir putih telur ayam kampung, beberapa tetes vitamin E
Caranya: Campurkan semua bahan kemudian blender hingga tercampur rata. Bisa juga dikocok lepas dengan garpu. Ambil bra lama yang sudah tidak terpakai. Aplikasikan ramuan pada kedua payudara Anda, kemudian tutup dengan bra tersebut. Biarkan selama 30 menit. Bilas payudara dengan air hangat sampai bersih. Massage dengan minyak zaitun kemudian biarkan semalaman.

Ramuan 2: Masker apel susu
Resep ini adalah untuk mengencangkan dan melembutkan payudara. Antioksidan pada apel juga membantu memberikan nutrisi dari luar.

Bahan: 1 buah apel hijau dan 1 sdm susu bubuk
Caranya: Hancurkan apel dengan menggunakan blender/juicer. Campurkan susu bubuk dan aduk hingga merata. Aplikasikan pada kedua payudara sambil dimassage lembut. Biarkan selama 15 menit, kemudian bilas dengan air hangat.

Mendapatkan payudara yang kencang juga ada triknya. Saat memilih bra, Anda harus terlebih dahulu menemukan yang pas ukurannya.

Jangan segan mencoba bra yang akan Anda beli, sehingga ukurannya pas, nyaman dikenakan, serta dapat menyangga payudara dengan baik.|sumber:vemale.com

Nafsu Makan VS Rasa Lapar

Ada dua alasan utama yang membuat seseorang memutuskan untuk makan. Alasan yang pertama adalah karena merasa lapar (Hunger), sedangkan alasan yang kedua adalah karena selera makan atau keinginan untuk makan makanan tertentu (Appetite). Seringkali seseorang mungkin tidak mampu membedakan keduanya sehingga konsumsi makanan menjadi berlebihan dan akhirnya dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan.

Hunger

Hunger atau rasa lapar adalah kebutuhan untuk makan. Saat merasa lapar, Anda membutuhkan makanan, karena otak memang menyuruh Anda untuk makan. Otak akan mengirimkan sinyal sehingga Anda dapat merasakan suatu sensasi seperti perut yang keroncongan atau bahkan nyeri lambung ketika Anda lapar. Lapar tidak bisa dihindari, dan bagi sebagian besar orang, tidak makan saat merasa lapar dapat menyebabkan masalah serius seperti rendahnya kadar gula darah sehingga kepala terasa pusing ataupun badan terasa lemah, bahkan dapat terkena penyakit maag.

Appetite

Appetite atau selera makan adalah hasrat/keinginan untuk makan. Selera makan sangat berkaitan erat dengan apa yang Anda lihat, cium, atau pikirkan tentang makanan. Saat Anda melihat makanan yang ditata dengan apik dan menarik atau saat Anda mencium aroma masakan yang lezat, Anda mungkin tidak mampu menahan air liur untuk segera mencicipi makanan tersebut. Tidak hanya itu saja, selintas pikiran tentang makanan, dapat memaksa Anda untuk segera menyantap makanan sekalipun Anda tidak merasa lapar. Walaupun demikian, tidak seperti rasa lapar, appetite bisa dicegah atau bahkan dihindari. Oleh karena appetite sangat dipengaruhi oleh otak dan kebiasaan, Anda dapat belajar untuk mengontrol selera makan tersebut.

Why Controlling Appetite is Important?

Saat Anda mulai tidak bisa membedakan apakah Anda benar-benar merasa lapar atau tidak, konsumsi makanan bisa jadi makin berlebih sehingga berbagai masalah kesehatan dapat timbul. Asupan kalori yang berlebihan dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas. Terlalu banyak makan makanan yang manis atau berlemak dapat menimbulkan penumpukkan lemak tubuh sehingga obesitas pun terjadi. Saat seseorang sudah mengalami obesitas, berbagai masalah lain pun dapat muncul misalnya hipertensi, diabetes tipe-2, penyakit jantung, stroke, gangguan pernapasan dan tidur, dsb.

How to Manage Appetite?

Nafsu makan yang berlebih bisa dikontrol! Caranya pun mudah asalkan Anda memang punya niat untuk melakukannya dari sekarang. Beberapa tips untuk mengontrol nafsu makan Anda adalah:
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah. Tidak hanya baik untuk membantu menurunkan nafsu makan, makanan kaya serat juga kaya air sehingga membantu Anda untuk tetap merasa kenyang.
  • Konsumsi susu atau produk susu rendah lemak. Protein kasein dan whey pada susu merupakan komponen yang efektif untuk mengurangi nafsu makan.
  • Konsumsi makanan dengan kombinasi karbohidrat kompleks namun tetap rendah lemak (low fat). Lemak tetap diperlukan untuk merangsang hormone leptin yang berfungsi untuk mengontrol nafsu makan namun tidak sampai berlebihan.
  • Konsumsi kedelai dan kacang-kacangan yang lain dalam porsi terkontrol. Selain tinggi protein, kedelai juga mengandung lemak dan karbohidrat yang cukup sehingga mampu untuk mengontrol nafsu makan lebih baik daripada sebagian besar sumber nabati lain. Sementara itu, kacang-kacangan juga dapat membantu Anda merasa kenyang karena kandungan protein dan seratnya.
  • Terakhir, makan dengan perlahan. Otak memerlukan waktu paling tidak 20 menit untuk merasa kenyang. Oleh karena itu dengan makan secara perlahan, saat otak menerima sinyal bahwa lambung telah penuh terisi, lebih kecil kemungkinan seseorang untuk makan secara berlebihan.
Tetaplah kontrol nafsu makan Anda untuk hidup sehat lebih lama karena “Eating to live not living to eat.”

References:
Katz, David L. and Rachel S.C. Friedman. 2008. Nutrition in Clinical Practice. USA: Lippincott Williams & Wilkins.
http://www.medicinenet.com dengan sedikit perubahan